Ikhtisar

Corporate Challenges to Transform into Industry 4.0

Rabu, September 12th, 2018

corporate_challange
Revolusi industri bukanlah hal baru. Pertama kali terjadi pada era 1780-an dengan ditemukannya alat tenun bertenaga uap dan air yang menggeser peran manusia dalam memproduksi tenun. Pada era 1870-an, revolusi kedua terjadi dengan adanya sistem pembagian pekerjaan di semua lini industri. Revolusi industri ketiga terjadi pada tahun 1970-an dengan hadirnya perangkat elektronik dan robot.

Industri 4.0 atau revolusi industri keempat merupakan lompatan besar bagi sektor industri, di mana teknologi informasi dan komunikasi memainkan peranan kunci. Tidak hanya dalam proses operasional di dalam perusahaan saja, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga membentuk banyak model bisnis yang baru dengan basis digital.

Lompatan besar ini tentunya berdampak terhadap kebutuhan para pelaku industri, baik untuk perangkat keras, perangkat lunak, prasarana industri, dan juga keterampilan sumber daya manusianya.

Pergeseran yang terjadi akan menyebabkan munculnya tantangan-tantangan baru bagi pelaku industri dalam mengikuti revolusi ini. Empat tantangan besar yang muncul dalam Industri 4.0 adalah sebagai berikut:

1. Keamanan Data dan Jaringan
Dengan hadirnya teknologi berbasis komputer seperti kecerdasan buatan, machine learning, big data analysis, serta komputasi awan, maka keamanan data akan menjadi sangat penting dalam proses produksi. Isu keamanan tak hanya menimbulkan permasalahan keamanan informasi perusahaan, namun dapat mengganggu keandalan sistem produksi.

2. Disrupsi Lapangan Pekerjaan
Banyaknya otomatisasi oleh mesin dan peran komputer dalam operasional bisnis tentunya akan menghadirkan disrupsi bagi lapangan kerja. Pemetaan sumber daya manusia dalam dunia bisnis akan berubah drastis. Timbul tantangan baru bagi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas karyawan agar dapat terus berkontribusi dalam pergeseran ini.

3. Integrasi Sistem Digital
Banyaknya inovasi teknologi baru yang muncul dalam dunia bisnis turut memegang andil penting dalam revolusi industri kali ini. Teknologi berbasis digital memberikan banyak kelebihan dan efisiensi dalam operasional bisnis. Namun, mengintegrasikan sistem digital ke dalam sistem yang sudah ada akan menjadi tantangan tersendiri. Permasalahan kompatibilitas, standarisasi, dan interoperabilitas antar vendor akan menjadi sangat krusial dalam proses integrasi ini.

4. Keandalan Sistem Pendukung Operasional Bisnis
Sistem yang dikendalikan oleh komputer dapat menekan angka kesalahan oleh tenaga kerja manusia, dan mengoptimalkan tingkat produktivitas. Namun dengan meningkatnya peran komputer dalam operasional bisnis, ketergantungan terhadap prasarana pun ikut meningkat. Gangguan terhadap jaringan komputer dan perangkat lunak dapat menyebabkan terhentinya operasional bisnis. Oleh karena itu, membangun sistem pendukung operasional bisnis yang andal akan menjadi semakin rumit.

Empat tantangan besar tersebut bisa menjadi acuan bagi para pelaku bisnis untuk mempersiapkan strategi dan tindakan preventif di masa mendatang. Persiapan dan perencanaan yang matang dapat membantu pelaku bisnis melakukan transisi dalam revolusi industri keempat ini.

Kesuksesan transformasi digital di era Industri 4.0 tidak terlepas dari pemenuhan layanan solusi ICT dan digital, seperti Data Center, Sistem Integrasi dan lainnya. TelkomMetra Group menjawab kebutuhan perusahaan dalam memasuki revolusi industri ini dengan berbagai inovasi layanan ICT yang handal.

back